Sponsor

Jumat, 15 Januari 2016

Manajemen Awal agar Performa Optimal

Hai teman-taman, ketemu lagi  semoga tidak bosan ya....
kembali ketopik selanjutnya masih dengan dunia ternak ayam tentunya, sekarang saya akan membagikan info tentang manajemen awal agar performa optimal.




Keberhasilan pemeliharaan ayam secara umum ditentukan pula oleh manajemen sebelum DOC masuk dalam kandang (pre chick in) dan saat pertama kali masuk ke kandang (chick in). Manajemen ini memang sangat membutuhkan perhatian khusus karena secara garis besar dalam periode ini peternak dituntut untuk bisa menciptakan tempat dan kondisi yang nyaman bagi anak ayam (DOC) sebagai langkah awal untuk mencapai performa yang optimal.




Manajemen Pre Chick In
Pre chick in disebut juga dengan masa persiapan kandang sebelum chick in. Persiapan kandang merupakan tahap penting dalam pemeliharaan ayam karena tujuan utama dari manajemen pre chick in adalah untuk menghindari timbulnya infeksi penyakit yang menyebabkan kerugian ekonomis cukup besar. Dalam tahap ini perlu diperhatikan mengenai :
1)  Biosekuriti yang ketat
Biosekuriti ketat adalah kunci menekan penularan penyakit dari periode sebelumnya. Untuk mewujudkannya, peternak dapat melakukan berbagai tindakan selama pre chick in yang dimulai dari :
  • Tahap persiapan kandang yang optimal seperti pengeluaran feses, penyikatan hingga ke sela-sela kandang, perbaikan kerusakan kandang, pengapuran kandang dan desinfeksi kandang menggunakan Formades atau Sporades
  • Desinfeksi Tempat Minum Ayam (TMA) dan Nampan Ransum Ayam DOC (NRDOC) sebelum digunakan kembali. Rendam dalam Zaldes atau Medisep selama 15-30 menit lalu diangin-anginkan sebelum dipakai
  • Lakukan pembersihan selokan dan pemotongan rumput di areal sekitar kandang untuk mencegah perkembangbiakan vektor penyakit seperti lalat dan nyamuk
  • Masa istirahat kandang yang cukup setelah desinfeksi (minimal selama 14 hari sebelum chick in)

2)  Persiapan peralatan dan perlengkapan kandang
Meliputi pemilihan bahan litter, jumlah NRDOC, TMA dan Indukan Gas Medion (IGM). Perencanaan dan manajemen yang matang dari tahap ini menentukan keberhasilan fase chick in.
  • Bahan litter
Bahan litter yang dapat digunakan antara lain sekam padi, jerami, serutan kayu halus dan kertas. Sekam padi merupakan bahan litter yang paling sering digunakan. Ketebalan litter sekam padi yang dianjurkan ialah 8-12 cm. Sebelum dimasukkan ke dalam kandang, litter dikeringkan dulu lalu disemprot dengan Formades atau Sporades, kemudian diangin-anginkan. Tujuannya untuk mematikan bibit penyakit dan memastikan litter benar-benar kering sehingga tidak mudah berjamur.
  • Tempat ransum, air minum dan pemanas
Peternak harus membuat list peralatan yang dibutuhkan sesuai jumlah DOC tiap kandang dan disesuaikan dengan kapasitas masing-masing peralatan. Usahakan agar jumlahnya tidak kurang dari kebutuhan agar menekan terjadinya persaingan antar ayam baik dalam hal ransum, air minum maupun ruang gerak. Cek semua peralatan untuk memastikan semua alat berfungsi optimal. Nyalakan pemanas 1-3 jam sebelum chick in. Tujuannya agar panas sudah menyebar merata baik udara, litter maupun air minum. Tindakan ini juga akan mengusir gas amonia, menghangat-kan udara dan air minum serta menurunkan kelembaban litter.

Tabel 1. Peralatan dan Perlengkapan Kandang Brooder Kapasitas 1000 ekor DOC

Peralatan
Jumlah yang dibutuhkan
Chick guard
Diameter  4,5 m
1 Buah
IGM
1 buah
TMA 1 Galon
10 – 12 buah
NRDOC
16 – 20 buah
Lampu 75 watt
1 buah
artikel bersumber dari Info Medion Online (http://info.medion.co.id).





Tidak ada komentar:

Posting Komentar